Sastra Indonesia
Seberapa Menariknya Sastra Indonesia Bagi kalian???
Menurut Saya...
Sastra Indonesia cukup menarik karena semua orang bisa mengeluarkan ekspresi yang ada dalam diri dan pikiran dalam bentuk karya apapun, Adapun terdapat banyak berbagai pengertian,ciri-ciri,jenis-jenis dan lain sebagainya tentang karya sastra Indonesia.
Dan untuk saya sendiri, karena saya suka dengan sastra,dan untuk semua orang yang menyukai sastra,sangatlah bagus dan penting juga bagi seluruhnya.sastra memang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia sebagai kesenian dalam bidang rohani atau kejiwaan bagi para pencipta dan penikmatnya.
Saran dari saya...
Memperbanyaklah membaca buku sastra dan berbagai buku pelajaran yang ada kaitannya dengan sastra karena dengan itu kita akan mudah memahami secara dalam apa itu karya sastra.
Pihak sekolah lebih memperhatikan kebutuhan membaca siswa, salah satunya yaitu dengan menambahkan koleksi buku-buku sastra ke perpustakaan seperti novel, kumpulan cerpen ataupun puisi. Dengan banyaknya buku bacaan di perpustakaan, akan banyak siswa yang lebih sering mengunjungi perpustakaan tersebut untuk sekedar membaca atau bahkan meminjamnya untuk dibaca di rumah ketika ada waktu luang.
Peran guru Bahasa Indonesia dalam meningkatkan minat baca pada siswa sangatlah penting. Maka dari itu, sangat disarankan kepada guru untuk selalu memberikan arahan dan motivasi kepada siswa agar mereka mempunyai kemauan yang tinggi untuk membaca khususnya membaca karya sastra.
Apa itu Karya Sastra Indonesia?
Sastra Indonesia adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa.
Pernyataan Fakta Argumen
Pengertian di atas diperkuat oleh Sumardjo & Saini (1997, hlm. 3) yang berpendapat bahwa Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
Mengapa bentuknya dapat berupa imajinasi atau justru data real secara bersamaan? Karena terdapat jenis Sastra non-imajinatif atau non-fiksi. Kategori ini mengambil data real berupa berita atau sejarah, lalu mengemasnya dalam tulisan estetis agar lebih menggugah pembacanya.
Sementara itu, meskipun suatu karya tulisan adalah fiksi, ia tetap dapat mencerminkan kenyataan. Seperti pendapat Saryono (2009, hlm.18) bahwa sastra mempunyai kemampuan untuk merekam pengalaman yang empiris-natural maupun pengalaman yang nonempiris-supernatural.
Sederhananya, Sastra dapat menjadi saksi bisu dan komentator kehidupan manusia. Latar belakang karya sastra saja dapat mencerminkan bagaimana kehidupan masyarakat suatu wilayah secara umum. Dari sana juga kita dapat belajar seperti apa budaya, kehidupan, hingga nilai-nilai yang dijunjung masyarakat dalam keadaan latar belakang tersebut. Kita juga dapat menemukan secercah sejarah penting seperti pada novel “Bumi Manusia” karya Pram.
Pengertian sastra menurut para ahli ...
Pengertian Sastra adalah hal yang tidak berhenti dibicarakan sepanjang masa. Pengertiannya terus diperdebatkan sejalan dengan pendapat para pelaku dan perkembangan zaman. Sehingga, untuk mengetahui perkembangannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengetahui berbagai pendapat para ahli mengenai pengertian sastra ini.
Mursal Esten
Mursal Esten (Esten, 1978, hlm. 9) berpendapat bahwa Sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia dan masyarakat umumnya, melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek positif terhadap kehidupan manusia.
Terry Eagleton
Sastra merupakan karya tulisan indah (belle letters) yang mencatatkan sesuatu dalam bentuk bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangpendekan dan diputarbalikan, dijadikan ganjil atau cara penggubahan estetis lainnya melalui alat bahasa (Eagleton, 2010, hlm.4).
Atar Semi
Suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya (atau subjeknya) adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai medium (1988, hlm.8 ).
Panuti Sudjiman
Sastra merupakan karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapanya (1990, hlm.68).
Ahmad Badrun
Menurut Ahmad Badrun, Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan simbol-simbol lain sebagai alat untuk menciptakan sesuatu yang bersifat imajinatif (1983, hlm.16).
Plato
karya seni hanyalah tiruan dari realita yang ada. Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli. Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ide. Ide jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.
Sapardi Djoko Damono
sastra adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium penyampaiannya. Selain itu, sastra juga menampilkan gambaran tentang kehidupan manusia dan kehidupan tersebut adalah suatu kenyataan sosial.
Taum (1997)
Sastra menurut Taum adalah bentuk karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif dan menggunakan bahasa yang indah serta keberadaannya dapat berguna untuk hal-hal lain.
Mukarovsky, E.E. Cummings dan Sjklovski
sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.
Lefevere
sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.
Sejarah kemunculan Sastra
Ilmu ini sebenarnya sudah cukup tua. Cikal bakalnya muncul ketika filsuf Yunani, Aristoteles (384-322 sM) lebih dari 2000 tahun yang lalu telah menulis buku yang berjudul Poetica (bahasa Yunani) yang berarti: puisi, penulis, pembuat. Tulisan ini memuat tentang drama tragedi dan teori literatur pada umumnya.
Selanjutnya, istilah Poetica dalam kesusastraan disebut dengan bermacam istilah. Misalnya, W.H. Hudson menyebutnya dengan The Study of Literature (studi literatur). Literature sendiri berasal dari bahasa latin literatura yang berarti belajar, menulis atau tata bahasa.
Rene Wellek dan Austin Warren menamainya dengan Theory of Literature (teori literatur/sastra). Sedangkan Andre Lefevere, menyebutnya dengan Literary Knowledge atau pengetahuan literatur. Sedangkan A. Teeuw menggunakan istilah Literary Scholarship yang berarti ilmu sastra.
Fungsi Sastra
Fungsi sastra sendiri memiliki aneka ragam tegantung dari golongannya. Berikut ini adalah beberapa fungsi sastra di dalam kehidupan masyarakat yang bisa diambil dan dirasakan.- Fungsi reaktif. Bahwa sastra memiliki fungsi reaktif artinya adalah sastra itu dapat menghibur bagi pembaca dan penikmatnya. Seperti halnya pada drama komedi yang mana dapat menghibur para penontonnya. Sedangkan drama sendiri tercipta atau tergolong ke dalam jenis karya sastra.
- Fungsi didaktif. Di mana sastra memiliki sifat yang mendidik. Sehingga sastra sendiri berfungsi dapat mendidik dan memberikan informasi, pengetahuan, atau wawasan. Karena di dalam karya sastra terdapat berbagai unsure dan nilai yang bisa kita petik juga sesuai dalam kehidupan sehari-hari.
- Fungsi estetis. Seperti yang dikatakan di pengertian sastra bahwa sastra adalah tulisan indah. Sehingga, bisa dikatakan bahwa sastra memiliki nilai estetika yang mana dapat dinikmati oleh penikmat dan pembaca.
Fungsi Sastra dalam Kehidupan Manusia
- Fungsi Rekreatif Fungsi sastra yang pertama adalah rekreatif, yaitu sastra harus dapat memberikan hiburan ataupun menjadi media yang menghibur kepada para pembacanya.
- Fungsi Didaktif Fungsi yang kedua adalah didaktif, yaitu sastra harus dapat memberikan pengetahuan dan juga wawasan kepada pembacanya mengenai seluk-beluk yang ada di dalam kehidupan manusia.
- Fungsi Moralitas Fungsi sastra yang ketiga yaitu Moralitas, artinya sastra berfungsi sebagai media yang memberitahukan ataupun menggambarkan berbagai hal yang bisa mencerminkan moral yang baik dan juga buruk.
- Fungsi Religius Fungsi religius dalam sastra yaitu sastra berfungsi sebagai sebuah karya yang mengandung berbagai macam ajaran agama yang dapat dicontoh ataupun diteladani oleh setiap pembacanya.
- Fungsi Estetis Fungsi yang terakhir adalah fungsi estetis yaitu sastra harus mampu menunjukkan ataupun menghadirkan keindahan melalui dunia seni untuk setiap pembacanya.
- Fungsi Rekreatif Fungsi sastra yang pertama adalah rekreatif, yaitu sastra harus dapat memberikan hiburan ataupun menjadi media yang menghibur kepada para pembacanya.
- Fungsi Didaktif Fungsi yang kedua adalah didaktif, yaitu sastra harus dapat memberikan pengetahuan dan juga wawasan kepada pembacanya mengenai seluk-beluk yang ada di dalam kehidupan manusia.
- Fungsi Moralitas Fungsi sastra yang ketiga yaitu Moralitas, artinya sastra berfungsi sebagai media yang memberitahukan ataupun menggambarkan berbagai hal yang bisa mencerminkan moral yang baik dan juga buruk.
- Fungsi Religius Fungsi religius dalam sastra yaitu sastra berfungsi sebagai sebuah karya yang mengandung berbagai macam ajaran agama yang dapat dicontoh ataupun diteladani oleh setiap pembacanya.
- Fungsi Estetis Fungsi yang terakhir adalah fungsi estetis yaitu sastra harus mampu menunjukkan ataupun menghadirkan keindahan melalui dunia seni untuk setiap pembacanya.
Jenis-Jenis Sastra
Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis sastra, terdiri atas:
Sastra ImajinatifSastra imajinatif adalah sastra yang berupaya untuk menerangkan, menjelaskan, memahami, membuka pandangan baru, dan memberikan makna realitas kehidupan agar manusia lebih mengerti dan bersikap yang semestinya terhadap realitas kehidupan.
Jenis-jenis tersebut antara lain puisi, prosa fiksi,prosa, dan drama.
Puisi
adalah bentuk tulisan bebas yang merupakan ekspresi dan gagasan Penulisnya dalam bentuk bait-bait yang diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan tulisan estetis yang dapat menggugah dan memberikan pesan secara tidak langsung melalui berbagai gaya bahasa.
Prosa Fiksi
adalah genre sastra yang berkutat dalam teks narasi (cerita). Prosa fiksi adalah tulisan cerita berplot yang dihasilkan dari imajinasi atau cerminan kenyataan yang dapat diambil juga dari data real seperti sejarah. Hanya pelaku, nama tempat atau alur ceritanya saja yang dikarang. Contohnya adalah novel-novel Pramoedya Ananta Toer yang kaya akan sejarah.
Prosa Fiksi dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi seperti:
Novel
Karya prosa fiksi yang ceritanya panjang dan memiliki rangkaian peristiwa yang detail dan lengkap.
Cerita Pendek (Cerpen)
Prosa yang aspek masalahnya yang sangat dibatasi, sehingga menghasilkan cerita yang jauh lebih pendek dari Novel.
Novelet
Jumlah halaman dan durasi ceritanya lebih pendek dari novel namun tetap jauh lebih panjang dari Cerpen, sekitar 60-150 halaman.
Prosa
adalah tulisan berupa cerita atau kisah berplot dalam rangkaian berbagai peristiwa yang dihasilkan dari imajinasi, cerminan kenyataan, dan atau dari data dan informasi sesungguhnya berdasarkan fakta ilmiah. Jenis karya sastra ini terbagi menjadi dua jenis, yakni prosa fiksi (kisah dari kejadian atau peristiwa nyata) dan non fiksi (tidak nyata).
Drama
adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan. Atau, secara ringkas, drama adalah karya seni yang dipentaskan.
Ciri khas dari karya sastra :
~Bersifat rekaan/hasil olah imajinasi pengarang.
~Memiliki kebenaran yang relatif.
~Bahasa bersifat konotatif.
~Tidak memiliki sistematika yang baku.
~Sasarannya emosi (perasaan) pembaca.
~Contoh : cerpen, novel dan drama.
~Biasanya memiliki amanat (pesan moral) tertentu.
Terimakasih Sekian dari saya,
Nabiila Putri Shafrinar X MIPA 1 Absen.23
SMAN 9 TAMBUN SELATAN
Puisi
adalah bentuk tulisan bebas yang merupakan ekspresi dan gagasan Penulisnya dalam bentuk bait-bait yang diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan tulisan estetis yang dapat menggugah dan memberikan pesan secara tidak langsung melalui berbagai gaya bahasa.
Prosa Fiksi
adalah genre sastra yang berkutat dalam teks narasi (cerita). Prosa fiksi adalah tulisan cerita berplot yang dihasilkan dari imajinasi atau cerminan kenyataan yang dapat diambil juga dari data real seperti sejarah. Hanya pelaku, nama tempat atau alur ceritanya saja yang dikarang. Contohnya adalah novel-novel Pramoedya Ananta Toer yang kaya akan sejarah.
Prosa Fiksi dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi seperti:
Novel
Karya prosa fiksi yang ceritanya panjang dan memiliki rangkaian peristiwa yang detail dan lengkap.
Cerita Pendek (Cerpen)
Prosa yang aspek masalahnya yang sangat dibatasi, sehingga menghasilkan cerita yang jauh lebih pendek dari Novel.
Novelet
Jumlah halaman dan durasi ceritanya lebih pendek dari novel namun tetap jauh lebih panjang dari Cerpen, sekitar 60-150 halaman.
Prosa
adalah tulisan berupa cerita atau kisah berplot dalam rangkaian berbagai peristiwa yang dihasilkan dari imajinasi, cerminan kenyataan, dan atau dari data dan informasi sesungguhnya berdasarkan fakta ilmiah. Jenis karya sastra ini terbagi menjadi dua jenis, yakni prosa fiksi (kisah dari kejadian atau peristiwa nyata) dan non fiksi (tidak nyata).
Drama
adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan. Atau, secara ringkas, drama adalah karya seni yang dipentaskan.
Ciri khas dari karya sastra :
~Bersifat rekaan/hasil olah imajinasi pengarang.
~Memiliki kebenaran yang relatif.
~Bahasa bersifat konotatif.
~Tidak memiliki sistematika yang baku.
~Sasarannya emosi (perasaan) pembaca.
~Contoh : cerpen, novel dan drama.
~Biasanya memiliki amanat (pesan moral) tertentu.
Terimakasih Sekian dari saya,
Nabiila Putri Shafrinar X MIPA 1 Absen.23
SMAN 9 TAMBUN SELATAN
Komentar
Posting Komentar